Kapal Selam Kedua Malaysia berlayar dari Perancis – Malaysia

10602287914be7a24a48fb3

Kekuatan kapal selam negeri jiran bertambah satu setelah kedatangan yang pertama september 3 2009, kini yang kedua mulai pelayaran dari perancis menuju Malaysia pada tanggal 30 April 2010. ‘KD Tun Razak’ – the second of the two Scorpene submarines built by France for the Royal Malaysian Navy – has set sail for home.

The submarine, designed and built by France’s DCNS Group in partnership with Spain’s Navanita, left the Toulon port in France on April 30, 2010 and headed for the port of Lumut in Malaysia, DCNS said.

The crossing from Toulon to Lumut is expected to take about two months and will include several ports of call, the company said, adding the vessel will then undergo sea trials in Malaysia.

The Malaysian government had signed a contract with France in 2002 to acquire two Scorpene submarines along with associated equipment and training.

The Malaysian Navy had received its first Scorpene submarine – ‘KD Tunku Abdul Rahman’ – on September 3, 2009.

Scorpene is a diesel-electric attack submarine designed for anti-submarine and anti-surface ship warfare missions. It is equipped with anti-ship and anti-submarine torpedoes, and anti-surface missiles. The submarine features several advanced technologies, including in hydrodynamics, acoustic discretion and automation.

With a water displacement of 1,550 tonnes for a length of 67.5 metres, each Scorpene requires a crew of 31 and offers an endurance of 45 days.

Foto courtesy: www.brahmand.com

You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses to “Kapal Selam Kedua Malaysia berlayar dari Perancis – Malaysia”

  1. Allhands says:

    Mohon ijin, ops kasel mereka belum lancar tor. Masih ada kendala duklog…Mereka masih sangat tergantung sama DCNS

  2. Raja Samudera says:

    Betul pak tapi ada kemauan untuk belajar dan beli 4 tahun awaknya belajar di perancis disamping Factory training mereka juga mendapatkan Operasiaonal training namun tidak banyak…
    dan pada tanggal 20 April kalo gak salah DCNS signed a contract with the Royal Malaysian Navy (RMN) for the supply of a simulator and services allowing extensive training around navigation safety, combat system, including sensors, and periscope operations for Scorpene submarines. sejauh ini yang terjadi internal KS tsb saya belum tahu,,, Namun untuk freegat nya saya sudah tahu dari pabriknya Thales karena dosennya sama bahwa dia mengalami kegagalan dalam CMS nya.
    Thanks any way

  3. Prima says:

    hmmm, akhirnya mereka beli simulatornya juga ya, terus bagaimana dengan agosta class mereka yang AFAIK digunakan sebagai platform melatih awak KS?

    hmmm, mengingat ketidakmampuan scorpene untuk menyelam yang sampai terblow-up semoga menjadi pelajaran bagi kita juga, yang pasti kehadiran scorpene IMHO merubah perimbangan kekuatan bawah laut, semoga pemerintah concern dengan hal ini dengan tidak menunda-nunda pengadaan KS baru…

    wah, CMS lekiu bermasalah ya ndan??

    oh iya, salam kenal dan mohon ijin berkomentar
    cuman beberapa sen dari saya yang butuh pencerahan

  4. Raja Samudera says:

    Trima kasih Mas Prima

    Dengan data ini:

    MILITARY SPENDING AND ARMAMENTS, 2004
    Malaysia
    France

    6 AS-555UN Fennec Light helicopter 2001 2003–2004 (6) Deal worth $38 m; AS-555SN version 40 SM-39 Exocet Anti-ship missile 2002 . .
    For Scorpene submarines; delivery 2007–2008

    1 Agosta Class Submarine 2002 . . Ex-French; modernized before delivery; incl for 4-year training of Malaysians in France; delivery probably 2004
    1 Scorpene Class Submarine 2002 . . Deal worth $947 m–$1.1 b (incl over 50% barter) incl 1 delivered by Spain; delivery 2007–2008

    Germany

    6 MEKO-A100 Type Frigate 1999 2004 1 ‘New Generation Patrol Vessel’ (NGPV) programme worth $1.4 b (incl at least 30% produced in Malaysia); assembled/produced in Malaysia; MEKO-100RMN version; Malaysian designaton Kedah Class; delivery 2004–2008

    Indonesia

    2 CN-235 Transport aircraft 2002 2004 (2) Deal worth $34 m; possibly ex-Indonesian; incl for
    VIP transport

    Italy

    11 A-109K Light helicopter 2003 . . Deal worth $70–75 m (offsets incl technology
    transfer); A-109LUH armed version; probably incl some assembled in Malaysia

    6 Seaguard TMX Fire control radar (2000) 2004 1 For 6 MEKO-A100 Type (Kedah Class) frigates from
    Germany; desig uncertain
    (30) Black Shark AS torpedo 2002 . . For Scorpene Class submarines
    (24) Otomat Mk-2 Anti-ship missile (2001) 2002–2004 (24) For Laksmana (Assad) Class corvettes

    Poland

    3 MID-M AEV 2003 . . Part of deal worth $368–400 m (offsets worth $111 m); delivery 2005–2006
    5 PMC-90 ABL 2003 . . Part of deal worth $368–400 m (offsets worth $111 m); PMC Leguan version; delivery
    2005–2006
    48 PT-91 Tank 2003 . . Part of deal worth $368–400 m (offsets worth $111 m); PT-91M version; delivery
    2005–2006/2007
    6 WZT-4 ARV 2003 . . Part of deal worth $368–400 m (offsets worth
    $111 m); PT-91M version; delivery 2005–2006

    Russia

    10 Mi-8/Mi-17/Hip-H Helicopter 2003 2004 (5) Deal worth $70–120 m; Mi-171Sh armed version; for
    CSAR
    18 Su-30MK/Flanker FGA aircraft 2003 . . Deal worth $900 m (incl $270 m barter; offsets incl
    space technology transfer and training of Malaysian astronaut); Su-30MKM version; delivery
    2006–2007
    (204) AA-12 Adder/R-77 BVRAAM (1997) . . For MiG-29N combat aircraft; status uncertain

    Spain

    1 Scorpene Class Submarine 2002 . . Deal worth $947 m–$1.1 b (incl over 50% barter) incl
    1 delivered by France; delivery 2008–2009

    Turkey

    167 AIFV-APC APC 2000 2002–2004 (167) Part of deal worth $278–300 m; incl ambulance,
    ALV, 81mm mortar carrier and CP version; incl assembly of 65 in Malaysia; Malaysian desig
    Adnan; option on more
    UK

    15 Jernas SAM system 2002 . . Part of deal worth £220 m ($400 m, offsets incl
    production of components); delivery from 2005
    . . Rapier Mk-2 SAM 2002 . . Part of deal worth £220 m ($400 m, offsets incl
    production of components); for Jernas SAM systems

    USA
    6 RDR-1500 MP aircraft radar (2001) 2003–2004 (6) Part of deal worth $38 m; for 6 AS-555SN
    helicopters

    Memang betul pemerintah harus sangat memperhatikan perimbangan kekuatan bawah air ini, kalau tidak maka dasar lautan kita akan di obok obok oleh negara tetangga sementara kemampuan bawah air kita menurun,,,

    CMS fregatnya failed mas, karena dosen kita yang dari Pakistan namun lama tinggal di UK yang menjabarkan saat integrasinya di Malaysia, beliau menjelaskan saat kita mempelajari CMS di Hangelo Pabriknya.

    Trima kasih

    Salam kenal Juga salam Kebangsaan

    Just Slm

  5. Prima says:

    wah,,,memang miris dan ironis kalo melihat daftar arms spending malaysia….semoga benar-bear ditanggapi serius oleh decision maker, kalau dari pihak TNI saya yakin pasti sudah mengkaji dengan serius masalah perimbangan kekuatan….

    yang pasti selama awak Scorpene masih belum mahir benar, saya yakin kita masih sedikit di atas angin, apalagi mendengar Cakra saat diretrofit juga diupgrade jeroannya, semoga mampu mendongkrak kekuatan bawah air kita

  6. Raja Samudera says:

    Trima kasih mas prima atas semangat untuk mengajak dan menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang mengerti akan ahbitatnya dan menjadikan bangsa ini di segani oleh bangsa lain sebagai bangsa yang diperhitungkan martabatnya.

    Salam kebangsaan

    just slm

Leave a Reply

Seluruh tulisan yang dimuat di situs rajasamudera.com dilindungi oleh Undang-Undang No.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta.
Diperbolehkan untuk mengutip maupun menyebarluaskannya dengan syarat mencantumkan nama penulis dan link ke tulisan tersebut.

Seluruh tulisan di situs ini merupakan opini pribadi penulis, dan tidak mewakili institusi penulis.