Menuju Pantai Harapan

pantai-ide1

Kita adalah Barguentine yang sanggup menahan gempuran dan pressure made from the best wood dengan layar terkembang dan gagah menentang angin. Sementara Riak gelombang memecah pantai,  keringat dan air garam lengket ke tubuh panas terik tak dirasakan, hujan dan badai bak teman selimut kala siang dan malam.

Kesejatian kita adalah mengarungi samudra, menerjang badai, menembus gelombang dan menemukan pantai harapan.

Sehebat apapun perahu diciptakan, tak ada gunanya jika hanya tertambat di dermaga dengan bolder bolder yang kuat.  Harbour is our past saat kita start untuk mengarungi samudera awal dari pelayaran kita,  tali tali  penambat yang melalui bolder itu adalah ketakutan dan penyesalan kita. Jangan buang percuma seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan kepada kita. Wasting Time …..  Jangan biarkan masa lalu menambat kita disitu. Lepaskan diri kita dari rasa ketakutan dan penyesalan.

BERLAYARLA, BEKERJALAH!!.

Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan kita adalah masalah yang menantang. Disitulah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah menembus segala rintangan. Hakikat diri kita adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh tulisan yang dimuat di situs rajasamudera.com dilindungi oleh Undang-Undang No.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta.
Diperbolehkan untuk mengutip maupun menyebarluaskannya dengan syarat mencantumkan nama penulis dan link ke tulisan tersebut.

Seluruh tulisan di situs ini merupakan opini pribadi penulis, dan tidak mewakili institusi penulis.