Negeri Pemuja Berhala

20032008

Belakangan Negeri ini heboh dengan adegan syuuur yang di lakukan oleh artis papan atas. Terlepas apakah benar atau bukan pelaku pemain “Pilem Pornonya”, Vidio tersebut jadi rebutan seakan akan memasuki ranah jiwa sampai relung kalbu, begitu besar hasrat nafsu untuk melihatnya mulai dari saudaraku tukang becak, tukang sapu di kantoran, babe babe politisi hingga yang terhormat kawan kawan akademisi, bahkan anak sekolah SD pun yang tergolong ciprit memiliki keingin untuk mencari film tersebut.

Lantas siapakah yang di salahkan? Vonis public telah mencibir seakan akan mereka juga suci padahal jutaan manusia negeri ini mungkin melakukan hal yang sama dengan apa yang mereka tonton, seakan akan mereka telah dicap dengan penjahat kelamin atau penjahat kesusilaan. Padahal apa yang terjadi dunia yang mereka masuki membius orang untuk berkelahi dalam ranah atmosfer yang liberal permisif. Mereka telah memasuki doktrin Niccolo Machiavelli yang berkaitan dengan het doel heiling de middelen kalau tidak salah artinya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Ya memang era sekarang idustrialisasi dalam dunia hiburan sangat cepat, serba instan dimana hal ini juga membentuk pola pikir masyarakat dan membentuk perangai mereka. Apapun hal yang terlibat akan kehilangan spiritualitas, kepekaan sosial dan hilangnya moral yang ada. Akhirnya terbawalah ke dalam masyarakat yang hedonisme dimana norma yang mulia sebagai manusia berkurang dan norma ketuhanan pun juga berkurang. Apa yang terjadi bila sudah menjadi begini? Akibatnya tingkah laku binatang sangat di toleransi bahkan ditahbiskan dan di kultuskan. Begitu pula dengan penghormatan public akan sirna.

Di jaman modern sekarang ada Tuhan yang sebenarnya disembah namun itu adalah Berhala yaitu Tahta Wanita dan Harta. Perebutan Tahta tak pelak lagi terjadi di negeri yang terkenal ramah dan sopan santun ini. Namun apa yang terjadi tanpa kita sadari dalam meraih kekuasan atau tahta sikut kanan sikut kiri, sogok atas injak bawah pergi ke paranormal minta jabatan minta biar usahanya laris padahal belum tahu kalau itu jasa jin dan Iblis. Lantas apa yang terjadi setelah Tahta tercapai? Ya itulah cerminan iblis yang menjelma jadi manusia. Ketika kaum perempuan di eksplotasi di masyarakat melalui industrialisasi sex dan keindahan pornografi dua kekuatan yaitu perempuan dan harta menjadi Tuhan dalam masyarakat yang sekuler.

Keadaan akan bertambah parah manakala masyarakat sekuler berkolaborasi dengan duit. Dan memang apa yang terjadi dalam hidup sekarang, semuanya bisa diperoleh karena the Almighty Duit. Harga diri manusiapun bisa di beli dengan duit. Lihat hiburan malam yang makin menampilkan eksotisme perempuan semakin menggila, diut duit dan duit kekuasan di raihpun dengan cara cara iblish santet sana santet sini. Agama telah menjadi aksesoris aja, menyalahkan yang lain namun diri sendiri bertindak lebih kejam dan bercorak animalisasi.

Negeri ini bukan lagi pemeluk islam terbesar didunia, komoditas yang menghalalkan segala cara telah di tempuh, nilai nilai religius telah di tendang diganti dengan amoral dan anarkhis setiap tindakan jauh dari responsi yang cerdas dan sistematis serta terarah. Apa jadi nya negeri ini yang berketuhan Yang Maha Esa menjadi bak sampah masuknya hal hal yang bertentangan dengan agama, bayangkan sudah ada lima agama dan berbagai macam aliran aja kayak begini, bayangpun kalo satu agama, gak kebayang deh ? Atau karena kebanyakan agama ?. Semoga bangsa ini bisa keluar dari Cengkeraman Berhala.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh tulisan yang dimuat di situs rajasamudera.com dilindungi oleh Undang-Undang No.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta.
Diperbolehkan untuk mengutip maupun menyebarluaskannya dengan syarat mencantumkan nama penulis dan link ke tulisan tersebut.

Seluruh tulisan di situs ini merupakan opini pribadi penulis, dan tidak mewakili institusi penulis.