Indonesia Harus Menjadi Bangsa Bahari Yang Memiliki Angkatan Laut Yang Kuat

IMG_5762

“saya punya perintah Kalau ada lagi kapal perang masuk perairan kita, kasih warning lebih dahulu. Kalau mereka tidak ikuti warning kita ini, tembak!!! Ini kita punya kewajiban!

Kalimat tersebut merupakan rangkaian kalimat penutup Amanat Presiden Soekarno pada  Rapat Para panglima ALRI di Kartika Bahari Tanjung Priok Jakarta pada tanggal 17 Juni 1965. Kalimat tersebut hanya sebagai penggugah bahwa betapa seorang Presiden yang baru merdeka 20 tahun sudah berani melaksanakan penyerangan apabila ada kapal perang asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa mengindahkan warning, tentunya beliau sudah mempertimbangkan kekuatan lawan dan mengerti akan kekuatan ALRI pada waktu itu. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan Rule of Enggegment yang ada pada waktu itu?.

5 Desember merupakan hari Armada RI, suatu peringatan yang seharusnya tidak hanya diperingati oleh warga TNI AL, namun suatu momen yang harus juga di ketahui oleh rakyat Indonesia bahwa saat ini kita sangat membutuhkan Angkatan Laut yang Kuat. Kenapa demikian bahwa fakta sekarang Angkatan Laut kita telah dikepung oleh kekuatan kekuatan Angkatan Laut yang besar dan Kuat. Selatan oleh kekuatan Angkatan Laut Australia, Barat oleh Kekuatan Angkatan Laut India, Utara oleh Kekuatan angkatan Laut Jepang dan China, Timur oleh kekuatan Angkatan Laut Amerika yang berada di Guam. Sementara itu negara tetangga juga memilki kekuatan angkatan laut yang besar seperti Singapura dan Malaysia. Lantas bagaimana dengan TNI AL kita?

LETAK GEOGRAFIS DAN MITOS BANGSA BAHARI

Bahwasannya geopolitisch bezien, tidak bisa lain bangsa Indonesia harus menjadi suatu bangsa maritim. Oleh karena geopolitik kita, geo – nya, serta negara kita dengan beribu ribu pulaunya, laut, laut dan laut pendek kata geografis kita adalah sebagian dari geopolitik yang telah menunjukkan tanah air kita adalah suatu Kepulauan, archipelago. Kemudian geopolitisch bezien bangsa Indonesia harus menjadi satu bangsa Maritim.

Sebagai bagian dari pandangan geopolitik, pada era 50 – 60 an juga dikembangkan wawasan nusantara, yang telah tercantum dalam Deklarasi Juanda 13 Desember 1957, dengan menganut Archipelago Principles. Karena disamping realitas geografis Indonesia bahwa 2/3 wilayah nya adalah Lautan, juga faktor historis. Dalam amanat pada hari Armada, 6 Januari 1961 (Bab II No.16) Bung Karno berkata: “……Bahwa tradisi kuno kita ialah, agar kita menguasai Lautan, bahwa negara kita hanya bisa menjadi besar dan kuat jikalau ada persatuan perhubungan penguasaan yang mutlak dari lautan.

Apakah benar sekarang ini Indonesia merupakan negara maritim? Negara yang mempunyai luas wilayah laut dari pada daratnya, negeri yang banyak pulaunya, namun belum menjadikan modal utama bahwa negari ini adalah negara maritim. Seberapa besar penduduk kita berorientasi ke laut? Sejauh mana bangsa ini memiliki Gegraphical Awerenes ? Sejauh mana bangsa ini memilki pemimpin yang memilki Ocean Leadership yang cerdas dan berwawasan Global?

Sebuah tradisi kuna yaitu mitos tentang Ratu Kidul yang merupakan kepercayaan bangsa Indonesia bahwa seseorang raja Indonesia hanyalah bisa kuat, jikalau dia kawin dengan Nyi Roro Kidul.  Cerita tersebut hanyalah sebuah simbolik atau perlambang yang memiliki arti bahwa hanya jika sang Raja atau Ratu atau kerajaan atau negara itu kawin dengan laut, barulah bisa menjadi negara atau raja yang kuat. Dengan demikian mitos tersebut juga mengandung makna bahwa negeri ini akan menjadi kuat bila salah satu kriteria pemimpinnya  adalah mampu memiliki Gegraphical awerenes serta Ocean Leadership yang dapat diandalkan.

Bangsa Indonesia adalah bangsa Bahari biasanya penyebutan bangsa bahari ini dikenal sejak zaman kuno, jaman dahulu, jaman purba kala dimana artinya adalah bangsa yang menguasai laut, atau al bahar. Kita bangsa pelaut seyogyanya kita harus menjadi bangsa yang besar dengan menguasai laut dalam artian Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi detak irama gelombang lautan persada nusantara. Oleh karenanya Bangsa yang memiliki karakter bahari akan selalu menengok, menggali, memanfaatkan  akan besarnya manfaat sektor kelautan.

PERLUNYA TNI AL SEBAGAI MILITARY POWER YANG KUAT

Semboyan Inggris Britania Rule the waves, rule the waves. Britania never shall be slaves. Inggris merupakan sebuah negara maritim dan apakah inggris cuma nou ja, rule the waves dalam arti mempunyai hubungan laut yang amat padat? Tidak. Inggris mempunyai Angkatan Laut yang kuat.

Jepang memiliki posisi geografis sama dengan Indonesia hanya kita pada posisi silang sedangkan Jepang posisi barriere.  Namun Jepang memilki Angkatan Laut sebagai Military Power yang kuat terbukti saat melaksanakan serangan ke Pearl Harbour dibawah pimpinan Laksamana Yamamoto.

Lain Inggris, Jepang, Amerika dan Negara  Negara yang telah lama memainkan perannya dalam armada laut nya, kini munculah pemain pemain baru yang siap untuk di pertimbangkan kekuatan angkatan lautnya misalnya Singapura negara kecil yang akan menjadi cikal bakal seperti mengilhami jaman jaman kejayaan Great Britain.

Kekuatan Singapura akan diperhitungkan nantinya mengingat perkembangan kekuatan Angkatan Laut Singapura yang begitu cepat. Sanggupkah kita berkata seperti apa yang tertuang dalam amanat Presiden Soekarno tanggal 17 juni 1965 “ Jikalau musuh menyerang, kita serang kembali. Antara lain malah aku berkata, hancurkan Singapura. Sekarang diwaktu belakangan ini saudara saudara, dilaporkan kepada saya , kadang kadang ada perahu, ada kapal perang mereka masuk kedalam wilayah perairan kita.”

Kita akan menjadi bangsa maritm yang kuat  jikalau jiwa kita adalah jiwa pelaut kembali, jiwa bahari , jikalau kita memilki peralatan – peralatan bahari  dan juga kita memilki Angkatan laut sebagai military power yang kuat.  Angkatan Laut sebagai military power adalah unsur mutlak bagi pembangunan, national building bahari, jadi bukan hanya perhubungan laut saja, bukan saja  usaha yang efektif untuk menggali segala kekayaan laut yang terkandung didalamnya perikanan maupun pengolahan laut, bukan hanya untuk mengadakan perlengkapan perlengkapan industri kemaritiman, tidak. Disamping hal tersebut harus ada Angkatan Laut sebagai military power yang sekuat kuatnya.

Demikianlah dalam rangka menyambut Hari Armada RI tanggal 5 Desember 2010, semoga dari tahun ke tahun Armada RI makin kuat, makin menjadi sempurna, memenuhi rasa kebangsaan yang menjadikan rakyat Indonesia menjadi bangga pada umumnya dan warga TNI AL pada khususnya. Dengan melihat lingkungan strategis dan kepungan kekuatan Angkatan Laut yang Besar dan Kuat, akankah kita menjadi pemain, penonton atau menjadi korban dengan kita pura pura tidak tahu dimana semua itu harus kita alami sebagai konsekwensi yang akan kita terima.

“Jikalau saya diberi dua jiwa dan bukan satu, maka dua jiwa itupun saya persembahkan diatas persada tanah air dan bangsaku”

Jales Veva Jaya Mahe

You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Indonesia Harus Menjadi Bangsa Bahari Yang Memiliki Angkatan Laut Yang Kuat”

  1. Prima says:

    Setuju sekali mas :) , jangan sampai Negara Maritim itu hanya sebatas kata dan julukan, tapi juga dalam kenyataan dan kekuatan

    salam

  2. cahaya laut says:

    “Jikalau saya diberi dua jiwa dan bukan satu, maka dua jiwa itupun saya persembahkan diatas persada tanah air dan bangsaku”

    Ass mas…
    Salut sekali sy atas “slogan patriotik” anda,,,
    Andai semua rakyat Indonesia memiliki jiwa patriotik seperti itu, maka beres sdh permasalahan bangsa dan negara Indonesia.
    Namun pada faktanya, slogan itu nampaknya sulit utk di-jewantah-kan, mengingat para petinggi dan penguasa (baca : pemerintah), msh separoh jiwa memperhatikan kesejahteraan rakyat, khususnya para persona bahari dalam jajaran “zona nrimo”… Yg notabene sbagai pemeran terpenting dlm upaya membangun bangsa bahari yg kuat. Dng alasan pengabdian penuh pada bangsa dan negara, tanpa hrs mengharap reward seimbang, sehingga mengakibatkan “pengabdian yg separoh2″.
    Hanya sekedar menyuarakan suara hati, tanpa bermaksud mendiskreditkan pihak manapun dan melihat fakta yg ada, maka ada baiknya jika kesejahteraan para persona bahari, khususnya yg berada pada “zona nrimo” lebih diperhatikan, maka jangankan 2 jiwa, jika diberi 9 jiwa, insya allah kesembilan jiwa tsb akan diserahkan semua hanya utk bangsa dan negara Indonesiam

Leave a Reply

Seluruh tulisan yang dimuat di situs rajasamudera.com dilindungi oleh Undang-Undang No.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta.
Diperbolehkan untuk mengutip maupun menyebarluaskannya dengan syarat mencantumkan nama penulis dan link ke tulisan tersebut.

Seluruh tulisan di situs ini merupakan opini pribadi penulis, dan tidak mewakili institusi penulis.