Mendobrak Diplomasi Angkatan Laut Dalam Pertahanan NKRI

Combate_naval

“Kekuatan Diplomasi Angkatan Laut  dan rasa patriotisme yang tinggi merupakan  sebuah kunci yang di dukung dengan perkuatan unsur lain yang menyatu dengan kekuatan pertahanan yang disesuaikan dengan kondisi geografis NKRI, akan menjadikan kekuatan diplomasi yang handal dan factual.”

Secara Umum menurut meriam Webster diplomasi yaitu: 1) The art and practice of conducting negotiations between nations, 2) skill in handling affairs without arousing hostility. Hal terpenting dalam pengertian tersebut adalah bahwa diplomasi bisa digunakan untuk bernegosiasi dengan tujuan mengatasi permasalahan antar negara dengan tidak menimbulkan suatu permusuhan. Beberapa pengalaman sejarah dan peristiwa hubungan antar bangsa di era globalisasi sekarang, khususnya klaim wilayah perbatasan seperti halnya Indonesia dengan Malaysia di Laut Sulawesi, Gejolak laut kuning antara Korea Utara dan Selatan, Gejolak Spartly islands yang disengketakan oleh 6 negara kawasan yang merupakan sekam yang siap membara mana kala satu kekuatan ingin menguasai keberadaannya, apa yang terjadi di perairan Gaza, hampir seluruh kualitas hubungan antar bangsa di dunia ini ditentukan oleh kualitas suatu diplomasi.

Banyak orang mengira bahwasannya diplomat dan diplomasi hanya dilakukan oleh para negarawan dan siapa saja yang berada dan berdinas di Departemen luar Negeri. Dari contoh beberapa peristiwa diatas dan apa yang terjadi di dunia maritim sekarang jelas dan bisa dilihat bahwa kegiatan tersebut banyak dilaksanakan oleh Angkatan Laut. Namun hal ini tidak hanya dilaksanakan oleh Angkatan Laut, diwilayah perbatasan darat pun Angkatan Darat juga melaksanakan peran yang sama. Setelah suatu peristiwa terjadi seperti Ambalat, Kenapa kita mesti malaksanakan latihan besar besaran di daerah perbatasan? Ketika peristiwa gugurnya seorang marinir di perbatasan Korut dan Korsel, Angkatan laut Korsel dan Us Navy melaksanakan latihan besar besaran di daerah tersebut kenapa hal tersebut terjadi? Itulah sebagian bentuk diplomasi dalam format penangkalan. Eskalasi konflik juga akan ditentukan dengan kegiatan tersebut selain juga untuk mengisyaratkan damai, diplomasi juga dilaksanakan kepada kepentingan yang bersifat mempengaruhi, dan juga memaksa Negara lain untuk afraid atau meredahkan konflik ketegangan yang mengarah kepada perselisihan yang lebih besar. Prespektif dari peritiwa tersebut adalah bahwa secara umum diplomasi Angkatan Laut digelar dengan tujuan untuk mempengaruhi atau merubah karakter atau pola foreign policy dimana sasarannya adalah kebijakan luar negeri pemerintahan asing.

Kenapa Angkatan Laut?

Suatu peristiwa yang diawali dengan blokade kekuatan angkatan laut Amerika di moncong perairan Kuba yang merupakan peristiwa yang menunjukkan suatu resultante koersif yang dikenal dengan Gunboat Diplomacy atau diplomasi kapal perang yang pada akhirnya menjadi Naval Diplomacy atau diplomasi Angkatan Laut. Disisi lain Diplomasi Angkatan laut tidak hanya mengarah kepada Coercive diplomacy namun kekuatan angkatan laut bisa menjadi suatu instrumen Cooperative diplomacy seperti pada kegiatan kegiatan: Honour Visit, Fleet review, Join Exercise, Capacity Building, Human Disaster Relief. Salah satu faktor kenapa angkatan laut adalah ketahan lamaan operasi dalam ruang dan waktu serta mudah untuk manuver menjadikan suatu kekuatan maritim atau kekuatan angkatan laut merupakan instrumen yang baik guna mencapai tujuan politik luar negeri.

Konsep penggunaan kekuatan militer khususnya angkatan laut secara tradisional pada awalnya digunakan untuk aksi yang lebih kasar dan berkembang menjadi yang lebih kooperatif berbentuk koersif. Salah satu model diplomasi yang dibawakan angkatan laut dapat diwujudkan dalam bentuk kehadiran dan pelibatan, kontrol penyebaran dan pengembangan teknologi dan persenjataan, kondisi dukungan ancaman untuk menghalangi dukungan dan pembangunan kekuatan ekonomi. Oleh karena itu peluang untuk melaksanakan suatu diplomasi angkatan laut dalam suatu operasi militer nasional dapat terbentang pada rentetan eskalasi konflik.

Menurut Ken Booth bahwasannya Angkatan Laut dapat memerankan tiga fungsi secara universal, yakni peran Diplomasi, Militer dan Konstabulari. Aturan tentang peran diplomasi bagi TNI AL baru tertuang pada undang undang no.34 tahun 2004 pasal 9c. Dalam peran Diplomasi sangat erat kaitannya dengan Foreign Policy dan Pertanyaannya adalah apakah Negara kita sudah mengimplementasikan peran ini? The diplomatic role of navies is concerned with the management of foreign policy short of the actual employment of force. Diplomatic applications support state policy in particular bargaining situations or in the general international intercourse. Peran ini mencakup mulai dari naval presence walaupun tidak semua angkatan harus dan bisa memiliki opsi ini dan kemampuan laten yang disebut (latent naval capabilities). Peran ini sering disebut juga sebagai “unjuk kekuatan Angkatan Laut” yang telah menjadi peran tradisional Angkatan Laut. Diplomasi merupakan dukungan terhadap kebijakan luar negeri pemerintah yang dirancang dan digelar untuk mempengaruhi kepemimpinan negara lain dalam keadaan damai maupun pada situasi perang.

Beberapa negara yang sudah maju diplomasi Angkatan Laut merupakan bagian dari strategi pertahanan mereka karenanya hampir tidak ada perbedaan antara strategi maritim dan strategi Angkatan Laut. Amerika menerapkan Shaping Environment-nya dengan instrumen Angkatan Lautnya melalui peran diplomasinya. Baru baru ini Negara Malaysia pun telah mampu melaksanakan pengamanan terhadap kapal niagaannya dan dapat melaksanakan penumpasan terhadap para pembajak di Somalia, semakin jelas bahwa TLDM telah mampu sebagai  fighting instrument dalam rangka mengamankan aset negaranya selama mereka melaut. Suatu pertanyaan untuk negeri kita telah mampukah TNI AL mengamankan aset negara yang bergerak jauh untuk kepentingan bangsa dan negara? Negeri yang Besar ini belum sepenuhnya memaksimalkan peran diplomasi TNI AL sebagai “Part of Defence Policy” karena masih dalam tataran kerjasama dan dialog saja. Aplikasi kekuatan Angkatan Laut untuk kepentingan diplomasi telah berlangsung berabad–abad silam, serta tidak akan sirna selama di dunia ini masih ada Angkatan Laut. Bagaimanapun, dengan kemampuannya untuk beroperasi jauh dari negara induknya dalam waktu yang lama, Angkatan Laut senantiasa akan menjadi pilihan utama diplomasi bagi negara-negara yang paham akan karakteristik Angkatan Laut.

Ancaman Di wilayah laut Indonesia dan diplomasi Pertahanan

Mari berfikir secara realistis, jika negara kita merupakan negara kepulauan dengan 80 % wilayah laut dan 20 % wilayah darat, Pertanyaannya adalah dimanakah ancaman terbesar terhadap kedaulatan NKRI berada?. Ancaman ini menjadi semakin tinggi karena posisi geogra? Indonesia berada dalam lalu lintas perdagangan dunia. Mengingat berbagai kepentingan negara yang melintas tersebut, sangat mungkin mereka melakukan kegiatan intelejen atau mencuri ikan, tanpa terdeteksi oleh kemampuan pertahanan dan keamanan laut. Fakta bahwa wilayah laut adalah wilayah terbuka, maka dengan leluasa kekayaan laut Indonesia dimanfaatkan bangsa lain tanpa ada kemampuan untuk melindunginya.

Secara yuridis, Pasal 3 Ayat (2) Undang-Undang 3/2002 mengatur bahwa pertahanan negara disusun dengan memperhatikan kondisi geogra?s Indonesia sebagai negara kepulauan. Permasalahannya adalah bahwa landasan yuridis ini tidak diimplementasikan sebagai kerangka landasan pemikiran dalam melaksanakan reformasi pertahanan. Hal ini disebabkan belum adanya kesamaan pemahaman di antara stake holder pertahanan, termasuk warga negara dan politisi tentang implementasinya. Dari potensi ancaman yang ada diwilayah NKRI pengembangan pertahanan negara Kepulauan atau negara bahari harus menjadi acuan. Apabila dilaksanakan  sebaliknya, yaitu dengan pendekatan Continental Oriented, maka mengakibatkan kemampuan pertahanan negara hanya sebesar 20%. Konsekwensinya wilayah kedaulatan yang menjadi pilar utama dalam menjabarkan pembangunan kemampuan  pertahanan Indonesia menjadi sempit. Wilayah laut yang mencapai 80 % justru tidak mendapatkan perhatian secara maksimal.

Potensi Geografis tersebut selain menimbulkan ancaman namun juga merupakan suatu bagian elemen statis untuk membangun negara maritim yang kuat yang mana akan sangat berbeda dengan negara yang berada di tengah benua atau disebut juga dengan Land Lock. Wilayah geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan dimana luas lautnya melebihi daratannya , serta berada pada posisi silang dunia maka diplomasi pertahanan, khususnya diplomasi angkatan laut merupakan suatu kebutuhan yang vital dan mendasar dan terus di kembangkan yang sejalan dengan perkembangan lingkungan strategis yang ada.

Defense Diplomacy merupakan bagian dari diplomasi yang sangat berkaitan erat dengan domain pertahanan, dalam rangkainnya mulai pamer kekuatan, ancaman serta penggunaan kekuatan pada era sekarang bahwa diplomasi angkatan laut atau lebih terkenal dengan sebutan Naval Diplomacy.  Implementasi dari naval diplomasi yang terjadi sekarang sebagai contoh adalah latihan bersama Korea Selatan dengan Amerika Serikat setelah terjadi konflik diperbatasan Korut dan Korsel dengan kode sandi Ulchi Freedom Guardian salah satu tujuannya adalah membuktikan bahwa keberadaan kekuatan Militer Amerika Serikat masih menguasai di wilayah tersebut.

Diplomasi sebagai salah satu instrumen strategi pertahanan negara NKRI harus bersinergi dengan instrument lainnya yang akan membentuk suatu satu kekuatan yang sangat efektif dan handal dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Kurangnya penerapan diplomasi angkatan laut dalam strategi pertahanan negara merupakan cerminan bahwa negara kita belum memberikan perhatian khusus pada diplomasi pertahanan khususnya diplomasi angkatan laut.

Kesimpulan

Diplomasi angkatan laut bukan seluruhnya domain TNI AL, pemerintahlah yang harus mengeluarkan kebijakan yang lebih tinggi sehingga akan mampu untuk mengahadapi kekurangan kekurangan yang ada di TNI AL. Negara harus menyadari bahwa peran universal angkatan laut telah diakui dunia internasional.. Lah kalau pemerintahnya sendiri tidak mengakui dan menerapkannya bagaimana dengan pandangan dunia Internasional akan keberadaan TNI AL. Jangan sia siakan putra putra terbaik bangsa mengelilingi dunia memperkenalkan Indonesia, Jangan sia siakan putra putra terbaik bangsa  onboard KRI dalam rangkaian keterlibatannya dalam pasukan PBB. Oleh karena itu diplomasi angkatan laut di Indonesia perlu segera dibenahi  peran dan keberadaannya dalam bingkai kebijakan penyusunan pertahanan NKRI.

“Dilautan Medan Dharma Kita di Lautan Kita Jaya”

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Mendobrak Diplomasi Angkatan Laut Dalam Pertahanan NKRI”

  1. agus joko says:

    mudah2an ke depan para penyelenggara negara ini makin sadar jati diri bangsanya sebagai bangsa bahari. Bagaimana caranya ? itu yg perlu kita pikirkan bersama. Kiranya perlu dimulai dari pendidikan usia dini pengenalan sebagai bangsa bahari untuk membentuk generasi mendatang yg sadar kondisi bangsanya. Bila segala sendi dan lini bangsa ini telah sadar jati dirinya otomatis mereka akan berpaling ke laut. Jayalah Indonesia, go navy go !

Leave a Reply

*

Seluruh tulisan yang dimuat di situs rajasamudera.com dilindungi oleh Undang-Undang No.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta.
Diperbolehkan untuk mengutip maupun menyebarluaskannya dengan syarat mencantumkan nama penulis dan link ke tulisan tersebut.

Seluruh tulisan di situs ini merupakan opini pribadi penulis, dan tidak mewakili institusi penulis.